Pagi ini adalah pengumuman penerimaan mahasiswa/i Universitas xxi. Chloe bergegas menuju univ dan mendapati dirinya di dalam kerumunan calon mahasiswa/i yang sedang mencari nama mereka di papan pengumuman penerimaan. Tak lama kemudian Chloe mendapat namanya dan kegirangan dalam hati, kesusah payahannya tak berujung sia-sia. Lihat, sekarang ia telah menjadi mahasiswa/i di univ pilihannya.
Chloe memutuskan untuk berbalik dan keluar dari keramaian tapi saat ia mencoba untuk mundur, ia terjatuh dan menimpa seseorang.
"Ma..ma..maaf ya maaf banget gasengaja." Kata Chloe gugup tanpa melihat ke lawan bicaranya.
Ia mencoba untuk bangun namun saat ia melihat ke arah lawan bicaranya ia dan ia yang satunya sama-sama terdiam (aduh gangerti lagi gimana cara nyusun kata-katanya hehe). They are staring each other. Gangerti lagi, tiba-tiba gerakan Chloe menyadarkan semuanya. Cowok itu-orang yang ditimpanya tadi-segera bangun dan menyulurkan tangannya membantu Chloe untuk berdiri.
"Kenalin, Greyson Chance. Calon mahasiswa disini." Ucap cowok itu seraya menyulurkan tangannya lagi untuk bersalaman.
"Oh iya, namaku Chloe."
"Udah liat pengumumannya ya tadi?"
"Eh iya hehe, syukur banget aku keterima. Kamu?"
"Selamat Chlo! Ini aku baru mau liat, doain ya."
Chloe membalas dengan senyum dan anggukan. Seraya Grey membalikkan badan, Chloe pergi. Begitulah awal mulanya. Sesederhana itu.
Chloe memutuskan untuk berbalik dan keluar dari keramaian tapi saat ia mencoba untuk mundur, ia terjatuh dan menimpa seseorang.
"Ma..ma..maaf ya maaf banget gasengaja." Kata Chloe gugup tanpa melihat ke lawan bicaranya.
Ia mencoba untuk bangun namun saat ia melihat ke arah lawan bicaranya ia dan ia yang satunya sama-sama terdiam (aduh gangerti lagi gimana cara nyusun kata-katanya hehe). They are staring each other. Gangerti lagi, tiba-tiba gerakan Chloe menyadarkan semuanya. Cowok itu-orang yang ditimpanya tadi-segera bangun dan menyulurkan tangannya membantu Chloe untuk berdiri.
"Kenalin, Greyson Chance. Calon mahasiswa disini." Ucap cowok itu seraya menyulurkan tangannya lagi untuk bersalaman.
"Oh iya, namaku Chloe."
"Udah liat pengumumannya ya tadi?"
"Eh iya hehe, syukur banget aku keterima. Kamu?"
"Selamat Chlo! Ini aku baru mau liat, doain ya."
Chloe membalas dengan senyum dan anggukan. Seraya Grey membalikkan badan, Chloe pergi. Begitulah awal mulanya. Sesederhana itu.
Keesokan harinya, mereka bertemu lagi di kelas. Iya, mereka satu kelas. Lebih parahnya lagi, Grey duduk tepat di belakang Chloe. Singkat cerita, karna mereka sekelas, udah gitu plus duduknya deketan, alhasil makin hari mereka berdua makin deket aja. Sesederhana itu.
Grey udah ngerasain sejak pertama dia ketemu Chloe. Ngerasa kalau hidupnya dia akan berbeda setelahnya. Berbulan-bulan Grey pdkt sama Chloe. Macam-macam, mulai dari: minta nomor, sms-an, makan siang bareng, nganterin Chloe pulang, ngajakin jalan, sampai nonton bareng.
(oke ceritanya ini udah malam, dikamar Chloe).
Chloe sedang tiduran di kasurnya sambil senyum-senyum sendiri. Eh, sebenernya ga sendiri-sendiri banget, ada temennya, handphone. Udah ketebak kan, Chloe lagi sms-an sama Grey.
Good night, chlo.
Siapa yang tau tiga kata sederhana dapat menyebabkan seseorang melayang?
---
Grey datang pagi-pagi banget cuma untuk ketemu Chloe. Ini kan hari Sabtu dan artinya nanti malam itu malam minggu. Grey berencana mau ngajak Chloe kencan by dinner. Lewat sms bisa sih tapi kan lebih gentle kalau bicara empat mata langsung.
(oke jadi ceritanya Grey udah bilang ke Chloe soal kencan *skip*)
Grey sudah sampai di resto duluan. Ia hanya mengenakan white plain shirt-nya yang oversized tanpa menyatukan kancing pada kerahnya. Penampilannya sesederhana itu, namun sesederhana itu pula ia dapat melelehkan seorang perempuan (hashtageaaaa hashtagneedtochill).
Grey menyalakan lilin di depannya. Tak lama ia melihat seorang perempuan telah memperhatikannya dan segera mendatanginya.
Grey mempersilahkan Chloe duduk. Malam itu Chloe tampil sangat cantik dengan mengenakan white pale dress tanpa lengan yang panjangnya hanya selutut itu. Ia juga menyematkan pita kecil diponinya.
"Kamu cantik banget sih malam ini." Ucap Grey tanpa sadar dan ia memukul mulutnya dengan refleks.
"Hm..makasih grey." Pipinya ga merah sih tapi pasti dia tersipu banget, dan lanjut ngomong lagi, "Kamu juga lumayan ganteng malam ini."
Lumayan? Lumayan ganteng? Gasalah ini orang? Grey ganteng banget masha Allah. Dan dibilang lumayan? Kata penulis dalam hati. (?)
Tanpa basa basi lagi, Grey segera berlutut di hadapan Chloe. Ia mengeluarkan setangkai mawar merah dan berkata,
"Maukah kau jadi pacarku?"
Sesederhana itu.
rfn.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar